Analisis Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Semantok Menggunakan Aplikasi HEC-RAS

Authors

  • Indriana Vaninda Karin Universitas Brawijaya
  • Pitojo Tri Juwono
  • M. Amar Sajali

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.041

Keywords:

Dam Break, Flood, HEC-RAS

Abstract

Bendungan Semantok yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur merupakan tipe bendungan urugan tanah. Bendungan Semantok dibangun dengan tujuan utama yaitu mengurangi dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Rejoso dan mengatur aliran air berlebih pada musim hujan untuk mencegah terjadinya genangan. Selain fungsi tersebut, Bendungan Semantok juga memiliki potensi yang menyebabkan bencana besar apabila terjadi keruntuhan atau kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi debit banjir perancangan maksimal yang mungkin terjadi pada Bendungan Semantok, mengetahui peta dan pola sebaran kedalaman genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Semantok dengan aplikasi HEC-RAS, dan mengetahui klasifikasi tingkat bahaya yang disebabkan keruntuhan Bendungan Semantok. Berdasarkan hasil analisis, debit banjir maksimum PMF dari metode HSS Nakayasu adalah sebesar 1197,756 m3/dt. Langkah selanjutnya adalah menjalankan simulasi keruntuhan bendungan menggunakan aplikasi HEC-RAS dengan skenario overtopping dan piping. Hasil simulasi keruntuhan tersebut didapatkan luas sebaran banjir terbesar pada kondisi overtopping qcc akibat keruntuhan Bendungan Semantok yaitu seluas 72,29 km2 dengan ketinggian banjir maksimum 13,54 m. Berdasarkan hasil analisis klasifikasi tingkat bahaya banjir akibat keruntuhan Bendungan Semantok diklasifikasikan zona bahaya tingkat tinggi.

References

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No.27/PRT/M/2015 tentang Bendungan Jakarta, 2015

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Modul Desain Bangunan Pelengkap. Bandung: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi, 2017

C.D. Soemarto, Hidrologi Teknik. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional, 1987

SNI 2415, Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana. Jakarta: Penerbit Badan Standarisasi Nasional, 2016

Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Pengairan. 2011. Panduan Perencanaan Bendungan Urugan Volume 2 Analisis Hidrologi. Jakarta, 2011

B. Triatmodjo, Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Penerbit Beta Offset, 2008

L. M. Limantara, Hidrologi Praktis. Bandung: Penerbit Lubuk Agung, 2010

US Army Corps of Engineers Hydrolic Engineering Center team, User Guide Using HEC-RAS for Dam Break Studies. CA: US Army Corps of Engineers Hydrolic Engineering Center, 2014

Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air. (2011). Klasifikasi Bahaya Bendungan, Pedoman Teknis Konstruksi dan Bangunan Sipil. Jakarta: Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air.

SNI 2415, Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana. Jakarta: Penerbit Badan Standarisasi Nasional, 2016

Downloads

Published

20-10-2023

How to Cite

Karin, I. V., Pitojo Tri Juwono, & M. Amar Sajali. (2023). Analisis Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Semantok Menggunakan Aplikasi HEC-RAS . Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(1), 482–495. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.041