Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi Menggunakan Data Pos Hujan, Data Satelit CHIRPS, dan Data Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di DAS Kedunglarangan

Authors

  • Mifta'ul Iza Salsabila Brawijaya University
  • Ery Suhartanto Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Sri Wahyuni Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.030

Keywords:

Rasionalisasi, Pos Hujan, Pos Duga Air, Stepwise, CHIRPS.

Abstract

Pada dasarnya nilai suatu data sangatlah penting dan berharga. Begitu pula data hujan maupun debit memiliki peran penting dalam mengelola sumber daya air seperti halnya mengendalikan banjir dan kekeringan. Akan tetapi, terkadang perletakan pos hujan di suatu DAS cukup berdekatan membuat nilai curah hujan antar pos tidak jauh berbeda. Dengan melakukan rasionalisasi menggunakan metode Stepwise diharapkan dapat mengetahui pos hujan mana saja yang berpengaruh pada pos duga air. Hasil rekomendasi menunjukkan pada Stepwise-Enter dengan empat kombinasi yaitu Pos Hujan Prigen, Bareng, Tanggul, dan Wilo yang memiliki nilai R = 0,773 dengan kategori “Kuat” dan secara perletakan juga telah tersebar pada wilayah hulu, tengah, dan hilir. Setelah didapatkan rekomendasi dilanjutkan dengan validasi menggunakan satelit CHIRPS yang menunjukkan ke empat pos hujan tersebut menghasilkan nilai NSE kategori “Memenuhi” dan “Baik”. Sementara untuk koefisien korelasinya, semua pos hujan menunjukkan hasil “Sangat Kuat”.

References

A. B. Fisabilihakh, T. A. Rachmawati, and F. Usman, “Kapasitas Kelembagaan di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dalam Menghadapi Bencana Banjir Sungai Kedunglarangan”. Planning for Urban Region and Environment, Vol. 11, No. 4, Oktober 2022.

Kementerian PUPR. (2019). SE No. 07/SE/DA/2019 mengenai Prosedur Pelaksanaan Studi Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi. Jakarta: Kementerian PUPR.

I. W. Astuti, E. Suhartanto, J. S. Fidari. “Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air Dengan Metode Stepwise dan Standar WMO (World Metrological Organization) di DAS Opak”. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, Vol. 2, No. 1, Januari 2022, p377-385.

Soewarno. (1995). Hidrologi Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisa Data. Bandung: Nova.

Harto Br, S. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

World Meteorological Organization. (1981). Guide to Hydrological Practices, 2008 edition, updated in 2020. Genewa Switzerland: WMO no 168.

Priyatno, D. (2013). Mandiri Belajar Analisis Data Dengan SPSS. Mediakom.

Sugiyono. (2003). Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Moriasi, D., Arnold J., Liew, M. V., Binger, R., Harmel, R., & Veith, T. (2007). Model Evaluation Guidelines for Systematic Quatification of Accurancy in Watershed Simulation. Journal of the ASABE, 885-900.

A. Setyaningrum, E. Suhartanto, S. Wahyuni. “Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di Sub DAS Bango”. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, Vol. 3, No. 1, Januari 2023, p161-168.

N. A. Arrokhman, S. Wahyuni, E. Suhartanto. “Evaluasi Kesesuaian Data Satelit untuk Curah Hujan dan Evaporasi Terhadap Data Pengukuran di Kawasan Waduk Sutami”. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, Vol. 1, No. 2, Juli 2022, p904-916.

Downloads

Published

02-10-2023

How to Cite

Mifta’ul Iza Salsabila, Ery Suhartanto, & Sri Wahyuni. (2023). Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi Menggunakan Data Pos Hujan, Data Satelit CHIRPS, dan Data Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di DAS Kedunglarangan. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(1), 357–364. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.030